Saatnya ku merelakan.
Hubungan ini sudah sangat tidak sehat.
Suatu hubungan dimana cinta dan benci menjadi satu elegi.
Yang tak aku mengerti,bahkan dalam kebencian itu pun cinta masih berteriak memanggil.
Yang tak aku mengerti,bahkan disaat adu argumentasi hasrat untuk mengunci bibirnya diam selalu mengusik.
Ah,tak hentinya aku menyesali semua.
Aku yang terlalu bodoh,melangkah terlalu jauh dan terjatuh.
Perasaan ini seperti dunia memintaku kembali menemani.
Huh,rasanya dikamar ini masih banyak sentuhan cintanya.
Masih kurasa harum tubuhnya tertinggal disini.
Mengapa dia hanya ingin aku jatuh?
Mengapa semua ini menjadi sia-sia?
Ah,inilah saat aku melepasnya.
Melepasnya hanya agar dia menyadari.
Aku pun pantas diperjuangkan.
Bukan hanya sekedar ditinggal seperti ini.
Sendiri dan sepi...
untuk 'N': ack..
Rabu, 17 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar