ibu..
sosok yang kadang saya panggil mama,mami,mom..
sosok teman untuk bercerita segala hal..
mulai dari pacar, "calon pacar" atau pun masalah kuliah..
saya dan ibu hanya berjarak 21 tahun..
waktu yang cukup dekat untuk menjadikan ibu sebagai teman terbaik saya..
hubungan kami memang tak cukup disebut ibu-anak saja..
karna sosok beliau-lah yang membuat saya ingin segera menikah muda..
have a child dan akhirnya memiliki hubungan seperti hubungan kami..
closer as a best friend..
i love u mam..
happy mother's day (221208)
Minggu, 21 Desember 2008
Kamis, 18 Desember 2008
Hilang Dari Peta Bumi
Menghilangnya beberapa pulau dari peta belakangan ini bukan cuma kisah legenda saja. Gara-gara mencairnya daerah kutub, abrasi air laut karena penambangan liar, atau bencana alam seperti tsunami, membuat pulau-pulau ini tidak terlihat lagi dalam peta. Dapat terjadi juga, Jakarta tidak mempunyai lagi daerah pesisir, bahkan turut tenggelam.
Kalau ditinjau lagi, maka akan muncul di benak kita pertanyaan “apa sih yang terjadi dengan bumi kita?”. Hilangnya pulau-pulau kecil di bumi hanyalah salah satu dampak dari global warming. Pastinya kata global warming sudah tidak asing dan bahkan saya yakin di antara pembaca telah mengerti dampak buruknya bagi manusia dan bumi. Nah, di artikel ini Anda akan semakin mengetahui kenapa pulau-pulau di bumi menghilang dan apa yang bisa kita lakukan untuk bumi kita.
Menghilangnya pulau-pulau di bumi telah mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan ilmuwan. Seperti berdasarkan penelitian para ilmuwan yang tergabung dalam Inter-Governmental on Climate Change (IPCC), para ilmuwan tersebut menemukan fakta bahwa selama tahun 1990-2005 suhu bumi sudah meningkat sebanyak 0,15-0,3 derajat Celsius! Wah,kebayang kan gimana panasnya bumi beberapa tahun mendatang jika hal ini terus terjadi, karena menurut perkiraan IPCC, sampai tahun 2050 atau 2070 nanti, suhu bumi akan terus meningkat hingga 2-4,2 derajat Celsius. Dan hal ini tentu saja akan berdampak ke kita dan bumi tercinta karena terjadinya pemanasan bumi akan mengakibatkan permukaan laut akan terus meninggi 1 meter di akhir abad ini.
Selain para ilmuwan dari IPCC,menurut Profesor Kenneth G. Miller dari The State University of New Jersey ditemukan fakta bahwa sejak tahun 1850, permukaan air laut itu sekarang naik sekitar 2 milimeter per tahun. Sedangkan 150 tahun lalu dan beberapa ribu tahun sebelumnya, rata-rata kenaikan air laut itu hanya sekitar 1 milimeter per tahun. Kenapa hal ini bisa terjadi? Menurut pak Profesor Kenneth G. Miller hal ini disebabkan meluasnya penggunaan bahan bakar dan makin banyaknya efek gas rumah kaca.
Akibat dari terus meningginya permukaan air laut itu mengundang reaksi dari berbagai pihak yang ingin membuktikan kebenarannnya , hingga akhirnya dilakukan penelitian oleh United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang akhirnya menemukan bahwa terdapat 42 negara pulau kecil yang tergabung dalam Small Island Developing States (SIDS) terancam tenggelam. Negara-negara ini berada dan tersebar di perairan Afrika, Asia, Pasifik, Karibia, dan Mediterania. Kemudian fakta baru yang mengejutkan adalah kalau air laut naik 50 cm saja, kepulauan Maladewa di Samudera Hindia dan 60 % bagian Pulau Grenada di Karibia akan tenggelam. Sedangkan di dekat negara kita, Papua Nugini sejak sekarang sudah kehilangan 25 % garis pantainya karena terendam air laut.
Jika di luar negeri menghilangnya pulau-pulau kecil telah terbukti kebenarannya maka bagaimana di negeri kira sendiri? Ternyata menurut Alex Retraubun, Direktur Pemberdayaan Pulau-Pulau Kecil (KP3K), Departemen Kelautan dan Perikanan RI, selama dua tahun yakni dari 2005-2007 sebanyak 24 pulau kecil yang juga merupakan kawasan yang sudah teridentifikasi dan telah memiliki nama di sejumlah wilayah di Indonesia tenggelam. Penyebabnya, mayoritas karena abrasi air laut yang diperburuk kegiatan penambangan untuk kepentingan komersial, tiga pulau lainnya tenggelam akibat tsunami Aceh tahun 2004. Pulau yang tenggelam itu antara lain tiga pulau di Naggroe Aceh Darussalam (NAD), tiga pulau di Sumatera, tiga di Papua, lima di Kepulauan Riau, dua di Sumatera Barat, satu di Sulawesi Selatan, dan tujuh di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta.
Gawat sekali jika hal ini terus berlanjut, sebab menurut pakar lingkungan hidup Profesor Emil Salim, kalau pemanasan global tetap tidak dikendalikan, dalam 30 tahun mendatang, sebanyak 2000 pulau di Indonesia akan menyusul tenggelam. Bahkan sebagian wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akan ikut tenggelam pada akhir abad ini. Hal ini didukung oleh peneliti dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Armi Susandi, MT yang mengatakan setiap 10 cm kenaikan permukaan air laut akan merendam 10 meter kawasan pantai. Menurut perkiraannya, pada tahun 2030, Bandara Soekarno-Hatta pun mungkin sudah tenggelam.
Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi termasuk laut di seputar Indonesia‚ terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.
Nah, jika kita sudah mengetahui fakta yang terjadi maka yang dapat kita lakukan adalah berusaha mencegah bertambah hilangnya pulau-pulau kecil di bumi ini. Hal yang dapat kita lakukan tentu saja mencegah global warming terus berlanjut, sebab dengan global warming es-es di kutub bumi akan meleleh dan menenggelamkan pulau-pulau kecil tersebut. Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita sangatlah mudah dan kamu bisa melakukannya sekarang juga!
Rabu, 17 Desember 2008
Jangan datang malam ini...
Jangan datang malam ini...Jangan kembali lagi....
Tik tok tik tok..jarum jam semakin menari...
Gelisahkan hati engkau datang atau pergi..
Pergi pergi..jangan kembali..cukup sudah benci tertanam di hati.
Malam ini jarum jam menunjukkan pukul 2 malam.Entah sudah kesekian kali aku menunggu-nya dalam kegelapan malam,duduk bersandar pada sofa tamu yang aku beli 3 tahun yang lalu.Sama seperti kemarin malam,malam ini pun aku menunggu-nya lagi..ntah untuk kesekian kali.
Dadaku berdesir,sungguh ingin aku akhiri.Toh kita hanya berdua tak ada siapapun lagi di rumah ini.Toh kita terbiasa berdua dan mungkin ini saat-nya aku sendiri.Namun tetap tak ingin aku kau datang malam ini.masih ingin aku sendiri walaupun aku menanti.
Tik tok tik tok,,jarum terus menari hingga mentari menyelinap masuk lewat celah ventilasi.Ah,akhirnya aku benar adanya,kau tak kan datang malam ini.Waktu-ku untuk memejamkan mata,tenangkan jiwa yang letih mencari hadirmu.
Sungguh aku tak ingin kau datang malam ini,namun kewajiban masih meliputiku.Sungguh tak ingin kau datang malam ini,namun cincin darimu masih mengikat di jari.Sungguh ingin kau disini,namun hatimu tlah berlabuh pada hati yang lain..
Tik tok tik tok..jarum jam semakin menari...
Gelisahkan hati engkau datang atau pergi..
Pergi pergi..jangan kembali..cukup sudah benci tertanam di hati.
Malam ini jarum jam menunjukkan pukul 2 malam.Entah sudah kesekian kali aku menunggu-nya dalam kegelapan malam,duduk bersandar pada sofa tamu yang aku beli 3 tahun yang lalu.Sama seperti kemarin malam,malam ini pun aku menunggu-nya lagi..ntah untuk kesekian kali.
Dadaku berdesir,sungguh ingin aku akhiri.Toh kita hanya berdua tak ada siapapun lagi di rumah ini.Toh kita terbiasa berdua dan mungkin ini saat-nya aku sendiri.Namun tetap tak ingin aku kau datang malam ini.masih ingin aku sendiri walaupun aku menanti.
Tik tok tik tok,,jarum terus menari hingga mentari menyelinap masuk lewat celah ventilasi.Ah,akhirnya aku benar adanya,kau tak kan datang malam ini.Waktu-ku untuk memejamkan mata,tenangkan jiwa yang letih mencari hadirmu.
Sungguh aku tak ingin kau datang malam ini,namun kewajiban masih meliputiku.Sungguh tak ingin kau datang malam ini,namun cincin darimu masih mengikat di jari.Sungguh ingin kau disini,namun hatimu tlah berlabuh pada hati yang lain..
Pelangi
Hujan meninggalkan goresan pelangi
Menorehkan sejuta warna di hati
Ku tak ingin pelangi itu kau
Diam sejenak dan berlalu
Tinggalkan biru
Namun rasa hilangkan ragu
Mendekat..menoleh padamu
Memeluk bayangmu
Walau dalam bias ku
Kau lah rasa dalam hati
Tinggal sejenak,jangan pergi
Walau tak pasti yang ku beri
Walau hanya mimpi yg ku miliki
Tetap ingin kau disini..
Menorehkan sejuta warna di hati
Ku tak ingin pelangi itu kau
Diam sejenak dan berlalu
Tinggalkan biru
Namun rasa hilangkan ragu
Mendekat..menoleh padamu
Memeluk bayangmu
Walau dalam bias ku
Kau lah rasa dalam hati
Tinggal sejenak,jangan pergi
Walau tak pasti yang ku beri
Walau hanya mimpi yg ku miliki
Tetap ingin kau disini..
merelakan-nya
Saatnya ku merelakan.
Hubungan ini sudah sangat tidak sehat.
Suatu hubungan dimana cinta dan benci menjadi satu elegi.
Yang tak aku mengerti,bahkan dalam kebencian itu pun cinta masih berteriak memanggil.
Yang tak aku mengerti,bahkan disaat adu argumentasi hasrat untuk mengunci bibirnya diam selalu mengusik.
Ah,tak hentinya aku menyesali semua.
Aku yang terlalu bodoh,melangkah terlalu jauh dan terjatuh.
Perasaan ini seperti dunia memintaku kembali menemani.
Huh,rasanya dikamar ini masih banyak sentuhan cintanya.
Masih kurasa harum tubuhnya tertinggal disini.
Mengapa dia hanya ingin aku jatuh?
Mengapa semua ini menjadi sia-sia?
Ah,inilah saat aku melepasnya.
Melepasnya hanya agar dia menyadari.
Aku pun pantas diperjuangkan.
Bukan hanya sekedar ditinggal seperti ini.
Sendiri dan sepi...
untuk 'N': ack..
Hubungan ini sudah sangat tidak sehat.
Suatu hubungan dimana cinta dan benci menjadi satu elegi.
Yang tak aku mengerti,bahkan dalam kebencian itu pun cinta masih berteriak memanggil.
Yang tak aku mengerti,bahkan disaat adu argumentasi hasrat untuk mengunci bibirnya diam selalu mengusik.
Ah,tak hentinya aku menyesali semua.
Aku yang terlalu bodoh,melangkah terlalu jauh dan terjatuh.
Perasaan ini seperti dunia memintaku kembali menemani.
Huh,rasanya dikamar ini masih banyak sentuhan cintanya.
Masih kurasa harum tubuhnya tertinggal disini.
Mengapa dia hanya ingin aku jatuh?
Mengapa semua ini menjadi sia-sia?
Ah,inilah saat aku melepasnya.
Melepasnya hanya agar dia menyadari.
Aku pun pantas diperjuangkan.
Bukan hanya sekedar ditinggal seperti ini.
Sendiri dan sepi...
untuk 'N': ack..
Dingin dan Temaram
Kali ini aku kan bercerita tentang pengharapan dan kekecewaan.
Pengharapanku pada sosok hitam dalam anganku.
Aku tak pernah mengharapkan dia untuk berdiri anggun dibawah cahaya.
Aku menginginkan dia tetap gelap dalam temaram malam.
Aku sungguh tak ingin dia bercahaya dan menghapus khayalku tetang-nya.
Aku tak ingin keindahan tentang-nya menjadi nyata.
Karna sungguh menyakitkan mengetahui ini..saat aku tau apa yang aku inginkan namun tak kan ku dapatkan.
Namun aku tetap bertahan dalam diam,,bertahan dalam sudut ruangan ini.
Melihatmu dalam kelam temaram lampu ruangan.
Sungguh sakit melihatmu diujung sana,namun ntah mengapa rasa sakit ini terus memacu-ku untuk memandangmu.
Terus mengawasimu dari kejauhan...
Wahai siluet adam dalam gelap malam,sungguh aku ingin merengkuhmu dalam dingin-ku.
Andai saja ada pintu masuk disana,aku ingin masuk dalam pikirmu.
Ingin kucari apa yang membuatmu terdiam sama seperti-ku.
Apakah kesedihan yang ku tangkap itu darimu?
Ataukah aura kesedihan-ku telah membaur satu dalam ruangan ini?
Aku memilih diam disini,,masih mengharapkanmu menyadari hadirku.masih terdiam disini,,menikmati gelapmu dalam dinginku..
Pengharapanku pada sosok hitam dalam anganku.
Aku tak pernah mengharapkan dia untuk berdiri anggun dibawah cahaya.
Aku menginginkan dia tetap gelap dalam temaram malam.
Aku sungguh tak ingin dia bercahaya dan menghapus khayalku tetang-nya.
Aku tak ingin keindahan tentang-nya menjadi nyata.
Karna sungguh menyakitkan mengetahui ini..saat aku tau apa yang aku inginkan namun tak kan ku dapatkan.
Namun aku tetap bertahan dalam diam,,bertahan dalam sudut ruangan ini.
Melihatmu dalam kelam temaram lampu ruangan.
Sungguh sakit melihatmu diujung sana,namun ntah mengapa rasa sakit ini terus memacu-ku untuk memandangmu.
Terus mengawasimu dari kejauhan...
Wahai siluet adam dalam gelap malam,sungguh aku ingin merengkuhmu dalam dingin-ku.
Andai saja ada pintu masuk disana,aku ingin masuk dalam pikirmu.
Ingin kucari apa yang membuatmu terdiam sama seperti-ku.
Apakah kesedihan yang ku tangkap itu darimu?
Ataukah aura kesedihan-ku telah membaur satu dalam ruangan ini?
Aku memilih diam disini,,masih mengharapkanmu menyadari hadirku.masih terdiam disini,,menikmati gelapmu dalam dinginku..
Langganan:
Postingan (Atom)