Kamis, 18 Desember 2008

Hilang Dari Peta Bumi

Menghilangnya beberapa pulau dari peta belakangan ini bukan cuma kisah legenda saja. Gara-gara mencairnya daerah kutub, abrasi air laut karena penambangan liar, atau bencana alam seperti tsunami, membuat pulau-pulau ini tidak terlihat lagi dalam peta. Dapat terjadi juga, Jakarta tidak mempunyai lagi daerah pesisir, bahkan turut tenggelam.

Kalau ditinjau lagi, maka akan muncul di benak kita pertanyaan “apa sih yang terjadi dengan bumi kita?”. Hilangnya pulau-pulau kecil di bumi hanyalah salah satu dampak dari global warming. Pastinya kata global warming sudah tidak asing dan bahkan saya yakin di antara pembaca telah mengerti dampak buruknya bagi manusia dan bumi. Nah, di artikel ini Anda akan semakin mengetahui kenapa pulau-pulau di bumi menghilang dan apa yang bisa kita lakukan untuk bumi kita.

Menghilangnya pulau-pulau di bumi telah mendapat banyak perhatian dari berbagai kalangan ilmuwan. Seperti berdasarkan penelitian para ilmuwan yang tergabung dalam Inter-Governmental on Climate Change (IPCC), para ilmuwan tersebut menemukan fakta bahwa selama tahun 1990-2005 suhu bumi sudah meningkat sebanyak 0,15-0,3 derajat Celsius! Wah,kebayang kan gimana panasnya bumi beberapa tahun mendatang jika hal ini terus terjadi, karena menurut perkiraan IPCC, sampai tahun 2050 atau 2070 nanti, suhu bumi akan terus meningkat hingga 2-4,2 derajat Celsius. Dan hal ini tentu saja akan berdampak ke kita dan bumi tercinta karena terjadinya pemanasan bumi akan mengakibatkan permukaan laut akan terus meninggi 1 meter di akhir abad ini.

Selain para ilmuwan dari IPCC,menurut Profesor Kenneth G. Miller dari The State University of New Jersey ditemukan fakta bahwa sejak tahun 1850, permukaan air laut itu sekarang naik sekitar 2 milimeter per tahun. Sedangkan 150 tahun lalu dan beberapa ribu tahun sebelumnya, rata-rata kenaikan air laut itu hanya sekitar 1 milimeter per tahun. Kenapa hal ini bisa terjadi? Menurut pak Profesor Kenneth G. Miller hal ini disebabkan meluasnya penggunaan bahan bakar dan makin banyaknya efek gas rumah kaca.

Akibat dari terus meningginya permukaan air laut itu mengundang reaksi dari berbagai pihak yang ingin membuktikan kebenarannnya , hingga akhirnya dilakukan penelitian oleh United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang akhirnya menemukan bahwa terdapat 42 negara pulau kecil yang tergabung dalam Small Island Developing States (SIDS) terancam tenggelam. Negara-negara ini berada dan tersebar di perairan Afrika, Asia, Pasifik, Karibia, dan Mediterania. Kemudian fakta baru yang mengejutkan adalah kalau air laut naik 50 cm saja, kepulauan Maladewa di Samudera Hindia dan 60 % bagian Pulau Grenada di Karibia akan tenggelam. Sedangkan di dekat negara kita, Papua Nugini sejak sekarang sudah kehilangan 25 % garis pantainya karena terendam air laut.

Jika di luar negeri menghilangnya pulau-pulau kecil telah terbukti kebenarannya maka bagaimana di negeri kira sendiri? Ternyata menurut Alex Retraubun, Direktur Pemberdayaan Pulau-Pulau Kecil (KP3K), Departemen Kelautan dan Perikanan RI, selama dua tahun yakni dari 2005-2007 sebanyak 24 pulau kecil yang juga merupakan kawasan yang sudah teridentifikasi dan telah memiliki nama di sejumlah wilayah di Indonesia tenggelam. Penyebabnya, mayoritas karena abrasi air laut yang diperburuk kegiatan penambangan untuk kepentingan komersial, tiga pulau lainnya tenggelam akibat tsunami Aceh tahun 2004. Pulau yang tenggelam itu antara lain tiga pulau di Naggroe Aceh Darussalam (NAD), tiga pulau di Sumatera, tiga di Papua, lima di Kepulauan Riau, dua di Sumatera Barat, satu di Sulawesi Selatan, dan tujuh di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Gawat sekali jika hal ini terus berlanjut, sebab menurut pakar lingkungan hidup Profesor Emil Salim, kalau pemanasan global tetap tidak dikendalikan, dalam 30 tahun mendatang, sebanyak 2000 pulau di Indonesia akan menyusul tenggelam. Bahkan sebagian wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten akan ikut tenggelam pada akhir abad ini. Hal ini didukung oleh peneliti dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Armi Susandi, MT yang mengatakan setiap 10 cm kenaikan permukaan air laut akan merendam 10 meter kawasan pantai. Menurut perkiraannya, pada tahun 2030, Bandara Soekarno-Hatta pun mungkin sudah tenggelam.

Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi termasuk laut di seputar Indonesia‚ terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.

Nah, jika kita sudah mengetahui fakta yang terjadi maka yang dapat kita lakukan adalah berusaha mencegah bertambah hilangnya pulau-pulau kecil di bumi ini. Hal yang dapat kita lakukan tentu saja mencegah global warming terus berlanjut, sebab dengan global warming es-es di kutub bumi akan meleleh dan menenggelamkan pulau-pulau kecil tersebut. Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita sangatlah mudah dan kamu bisa melakukannya sekarang juga!

2 komentar:

  1. wow...serem,,
    ah harus latian berenang nih..biar ntar gak kelelep...:D

    BalasHapus
  2. Wow...jadi water world donk...^^

    BalasHapus